Penyembelihan dengan Cara Modern (Stunning), Halal Kah?

NOVEMBER 2011

Peralatan modern seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga muncul beragam model penyembelihan dan pengolahan yang masih dipertanyakan kehalalannya dalam hukum Islam. Bagaimana hukumnya jika ditinjau dari aspek kehalalan?

Metode Stunning atau penyembelihan dengan cara melemahkan binatang sebelum disembelih telah diterapkan di negara-negara maju seperti Belanda, Australia dan negara-negara barat, metode ini lahir karena kebutuhan daging yang terus meningkat sehingga cara ini dinilai sangat membantu dalam proses penyembelihan. Metode stunning telah diterapkan di banyak negara, di Amerika, Eropa, Australia, termasuk juga di Indonesia. Metode ini di satu sisi memang memberikan banyak kemudahan dalam menyembelih hewan ternak, khususnya dalam skala besar. Namun di sisi lain metode ini juga menyebabkan resiko dalam kehalalan, jika tidak dilakukan dengan tepat dan baik.

Ada beberapa metode pemingsanan yang sering dilakukan untuk berbagai jenis hewan. Untuk hewan ternak besar, seperti sapi dan kambing, biasanya digunakan metode penembakan atau pemukulan pada bagian kepalanya. Dengan pistol dan peluru khusus proses penembakan ini dilakukan pada ukuran kaliber yang berbeda-beda sesuai dengan besar kecilnya ukuran sapi. Metode ini dikenal dengan captive bolt pistol.

Kepala yang ditembak dengan peluru tumpul ini menyebabkan kerusakan pada jaringan otak, sehingga ternak akan mengalami goyah dan pingsan. Dalam keadaan pingsan inilah sapi menjadi lebih mudah dikendalikan, ia akan jatuh dan langsung disembelih oleh jagal.

Titik kritis pada proses ini adalah, apakah sapi atau binatang ternak itu sudah mati atau hanya pingsan oleh penembakan tersebut. Sebab kalau jenis peluru yang digunakan terlalu besar, maka ada peluang hewan tersebut tidak hanya sekedar pingsan, tetapi langsung mati. Jika hal itu yang terjadi, maka binatang tersebut telah menjadi bangkai. Proses penyembelihan yang dilakukan sesudah itu menjadi sia-sia karena ia telah mati.

Baru-baru ini juga telah dikembangkan metode tunning yang lebih efisien yaitu dengan memasukkan hewan yang akan disembelih ke dalam sebuah ruangan sempit yang bisa dikunci secara mekanis. Dengan demikian sapi tersebut tidak bisa bergerak lagi karena begitu sempitnya kandang tersebu dan sesuai dengan ukuran sapi. Kemudian secara mekanis pula kandang besi tersebut berputar, sehingga sapi yang sudah masuk tadi ikut berputar dan rebah dalam ikatan yang sangat kuat. Si jagal dengan mudaknya memegang bagian leher sapi, yang sudah tidak bisa bergerak tetapi masih sadarkan diri itu, untuk menyembelihnya.

Sebenarnya MUI sendiri telah memperbolehkan metode stunning ini, bersumber dari pendapat Wahabah az-Zuhaily mengenai tata cara penyembelihan dengan alat-alat modern sebagai berikut:

Tidak ada halangan untuk menggunakan sarana-sarana yang memperlemah gerakan hewan dengan tanpa penyiksaan terhadapnya (untuk penyembelihan hewan). Untuk itu, dalam Islam diperbolehkan menggunakan cara pemingsanan modern (stunning) yang tidak mematikan sebelum penyembelihan”.

MUI memperbolehkan asalkan ada jaminan bahwa hewan yang mengalami pemingsanan tersebut tidak mati sebelum disembelih. Kematian hewan tersebut harus akibat proses penyembelihan, bukan akibat penembakan atau pemingsanan. Jaminan inilah yang harus dipenuhi pengelola rumah potong untuk menghasilkan daging yang halal.

Allah berfirman dalam surat Al-Ma’idah:3)

Diharamkan bagimu (memakan bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang terjatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah perbuatan kefasikan.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Ulama-ulama berpendapat bahwa setela hewan disembelih kemudian sebelum  hewan tersebut mati, mengalami hal-hal yang dapat menyebabkan kematiaannya  seperti masuk ke dalam air atau tertimpa sesuatu di atasnya maka hewan tersebut tidak halal dimakan. Seperti yang diriwayatkan oleh ibnu Mas’ud bahwa barang siapa yang melempar burung (untuk berburu) kemudian jatuh ke air dan tenggelam maka jangan dimakan karena tenggelam bisa menjadi sebab kematian hewan tersebut. Jadi metode stunning diperbolehkan asal pada saat pemingsanan tidak menyebabkan kematian.

Selain itu metode ini diperbolehkan asal, selama proses penyembelihan tidak menyiksa hewan yang disembelih, sebagaimana sabda Rasuullah SAW yaitu:

“Dari Syahid bin Aus ra. Bahwasanya rasulullah SAW bersabda. Sesungguhnya Allah mengharuskan berbuat baik terhadap segala hal. Untuk itu, bila kalian membunuh hewan, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan hendaknya satu diantara kalian mempertajam pisaunya serta membuat senang hewan yang akan disembelih.”(HR Muslim)

Menyembelih hewan yang akan kita konsumsi lebih baik menghindari hal-hal yang meragukan apalagi penyembelihan hewan yang ditunjukan untuk berkurban maka harus benar-benar sesuai dengan syariat, jangan sampai apa yang kita kurbankan menjadi haram karena proses penyembelihannya yang tidak tepat. (SRA)

AddThis Social Bookmark Button