Dunia Islam

More Articles...

Islam di Portugal

AGUSTUS 2013

Islam pernah menguasai Portugal. bila ditarik ke belakang, terkait dengan penguasaan Andalusian antara abad 7 dan 8M. Saat itu, tentara Islam pernah menaklukkan Portugal di bawah pimpinan panglima Musa bin Nashir. Kaum muslim kemudian menyebut wilayah itu al-Garb al-Andalus (Andalusia Barat). Berangsur kmeudian, wialayah ini tumbuh pesat di berabgai bidang. Sekolah-sekolah yang mempelajari ilmu pengetahuan umum dan agama banyak didirikan, ladang pertanian memberikan panen memuaskan, irigasi dibangun di banyak tempat, dan sebagainya. Pendek kata, kemakmuran tercipta. Tak hanya itu, umat Islam juga mengenalkan seni arsitektur dan kaligrafi yang bernilai tinggi, dan hal tersebut diterapkan pada sejumlah bangunan. Dan selama 250 tahun situasi kondusif berlangsung, sebelum akhirnya pada abad ke-11, para penguasa lokal tidak lagi setia pada kekhalifahan dan membentuk kerajaan-kerajaan kecil. Mereka kemudian melakukan perlawanan terus menerus sehingga kekuasaan Islam lepas dari Andalusia.

Portugal atau biasa kita kenal dengan Portugis sudah dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai salah satu negara yang pernah menguasai nusantara. Potugal juga berjasa mengenalkan produk rempah-rempah ke dunia.

Ketika kolonialisme berakhir, Portugal memiliki kedekatan dengan negara-negara bekas jajahannya. Banyak penduduk negara jajahan yang bermigrasi ke Portugal, dengan membawa serta tradisi, identitas, maupun agama yang merek anut. Portugal pun menjelma menjadi negara mulietnis dan multiagama. Terdapat komunitas warga Afrika, Amerika Latin, hingga Asia di sana. Dan juga dengan agama, ada pemeluk Hindu, Budha, Sikh, Yahudi, serta Islam.

Untuk populasi muslim sendiri, di sana mencapai 30 ribu jiwa. Mereka berasal dari berbagai etnis, terutama dari para imigran Mozambik, Kenya, Makao, Pulau Goa di India, bagian timur Indonesia, dan keturunan orang-orang muslim India. Tak ketinggalan kaum muslim yang datang dari Afrika Barat dan Timur Tengah, seperti Mesir, Maroko, dan Aljazair. Ada pula mualaf Portugal walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Kedatangan imigran muslim ke Portugal ini mulai berlangsung setelah Perang Dunia II.

Mengenal Letak Geografis Portugal

Republik Portugal adalah sebuah negara di Eropa bagian barat daya. Negara ini berbatasan dengan Spanyol di sebelah utara dan timur. Di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik. Selain itu, Portugal juga mempunyai daerah di Madeira, Azores dan Kepulauan Selvagens. Portugal mengklaim sebuah daerah kecil bernama Olivença yang dikuasai Spanyol sejak Kongres Wina. Nama lama atau latin dari negara ini adalahLusitania.

Kata Portugis sering dipakai untuk menyebutkan penduduk atau orang yang berasal dari Portugal. Kata ini juga sebutan untuk bahasa yang dipakai oleh bangsa ini. Negara-negara berbahasa Portugis sering disebut sebagai negara-negara Lusophone.ilayah jajahan Portugis pada puncak kejayaannya, dari Brasil hingga Timor Leste.

Portugal adalah negara maju dan termasuk dalam anggota negara Uni Eropa, bergabung pada tahun 1986.

Portugal dan Hubungan Antar Umat Beragama

Portugal merupakan negara sekuler yang memisahkan aspek agama dan kehidupan. Meski begitu, negara tetap memberikan perhatian terhadap kehidupan agama dan hubungan antar umat beragama. Ada dua aturan pokok yang berlaku: Pertama, perjanjian khusus dengan keuskupan Roma terkait mayoritas penduduk yang beragama Katolik Roma. Dan kedua, undang-undang kebebasan beragama yang diterbitkan sejak 2001. Adanya peraturan ini untuk memberikan pengakuan serta hak-hak umat agama lain yang selama ini tinggal di Portugal.

Namun, sejalan kemudian, adanya peristiwa 11 September deikit banyak mempengaruhi kehidupan keberagamaan di Portugal setelahnya.

Hal ini bukan disebabkan pembatasan-pembatasan dari pemerintah, melainkan sikap sebagian warga yang mengaitkan Islam dengan kekerasan.

Banyaknya tulisan dan kecaman dari beberapa pemimpin agama lain di negara ini membuat sejumlah kelompok hak asasi manusia memberikan kecaman. Mereka menilai pernyataan yang memojokkan Islam tidak sejalan dengan semangat toleransi antarumat beragama yang sedang terus dibina.

Dari umat muslim sendiri justru memilih melakukan dialog secara terbuka dengan mereka sehingga pemikiran mereka tentang Islam yang negatif bisa tercerahkan.

Islam dan Pendidikan

Tahun 80 sampai 90-an menjadi masa indah kehidupan masyarakat di Portugal. Semua umat bisa melaksanakan peribadatan dengan bebas. Banyak masjid, mushala, dan sekolah Islam yang didirikan.

Di Portugal memiliki dua masjid jami dan 17 mushala. Sebagian besar terletak di Lisabon, Coimbra, Filado, Evoradi, dan Porto. Untuk sekolah, Dar al-Ulum al-Islamiyyah melengkapi pendidikan di Lisabon. Sekolah ini setingkat dengan SMP dan SMA. Saat ini jumlah siswa dan siswi yang belajar di sekolah Dar al-Ulum al-Islamiyyah yang berdiri pada tahun 1995 kurang lebih 70 siswa/I dengan 7 orang tenaga pengajar

Di samping itu, sejumlah masjid dan mushala turut membuka kelas halaqah tahfiz Qur’an, bahasa arab, dan ilmu-ilmu Islam. Kaum muslim juga menerbitkan sejumlah jurnal berbahasa Portugal dan berbahasa Arab seperti majalah Islam ” yang diterbitkan oleh lembaga al-Jama’ah al-Islamiyyah lilisybunah, majalah “al-Qalam”, dan majalah “al-Nur” yang diterbitkan oleh lembaga al-Jama’ah al-Islamiyyah di La ranjiru. dengan menggunakan bahasa Portugal dan terbit dua bulan sekali..

Pada tahun 1968 berdiri secara resmi untuk pertama kalinya sebuah lembaga Islam Portugal di Lisabon dengan nama al-Jama’ah al-Islamiyyah lilisybunah. Lembaga ini menyewa sebuah apatermen yang mereka jadi sebagai sekretariat lembaga sekaligus sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah shalat. Namun setelah jumlah kaum muslimin yang datang dari negara-negara jajahan ke Portugal kian bertambah dan banyaknya tuntutan, maka pada tahun 1977 diberikan sebidang tanah untuk kaum muslimin guna membangun masjid dan Islamic Center di Lisabon. Dan tahun 1985 telah berdiri badan pengawas dari beberapa kedutaan besar negara Islam untuk Portugal di bawah kendali kedutaan besar Maroko.

Dahulu, Bahasa Arab Sebagai Bahasa Sehari-hari

Seorang ahli sejarah menyebutkan bahwa ketika Islam berkuasa di sini, semua penduduk Portugal yang non muslim, baik yang di kota ataupun di desa, berbicara dengan bahasa Arab, sebagaimana disebutkan oleh al-Idrisi mengenai kota Selpa bahwa penduduk desa dan penduduk kotanya berbicara dengan bahasa Arab.

Bahkan sejumlah besar penduduk Portugal ketika itu lebih unggul dari orang-orang Arab dan kaum muslimin pada umumnya pada berbagai disiplin ilmu dan sastra, nama-nama mereka tercantum dalam buku-buku bibliografi dan sirah, di antaranya yang terkenal Ibnu Bisam al-Syintuwainy (w. 1147 M.), Abu al-Walid al-Baji, penyair Ibnu ‘Ammar, Abu al-Qasim Ahmad bin Qassy, seorang yang pernah memberikan kekuasaan kota Selpa kepada Abdul Mu’min al-Tauhidi dan seorang ahli sejarah terkenal bernama Abu Bakar bin Muhammad bin Idris al-Farabi al-Alusi pengarang kitab al-Durrah al-Maknunah fi Akhbar Lasybunah.

Pengaruh itu masih dirasakan hingga kini, dimana terdapat sekitar 600 kosa kata Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Portugis.

Napak Tilas Jejak Islam di Portugal

Nama tempat dan kota di Negeri ini banyak mengambil nama-nama Arab. Bahkan kota yang dipandang suci, Fatima, berasal dari nama putri kesayangan Rasulullah saw. Di kota itu, terdapat gereja yang dikunjungi jutaan umat Katolik dan wisatawan.

Coba lihat di St George Castle di tengah kota Lisbon, dulu benteng pertahanan yang juga digunakan orang-orang Moor, bangsa Muslim dari Afrika Utara pada abad ke-11 dan ke-12 ketika Lisbon menjadi kota pantai penting bagi Islam, dan direbut oleh raja pertama Portugal, Alfonso Henriques pada tahun 1142. Orang Portugis menyebutnya Castelo de São Jorge. Bangunan yang memiliki 10 tower ini ini pernah menjadi istana raja selama 3 abad. Di sini ada NMC Museum , yang mengumpulkan berbagai hasil galian arkeologis termasuk warisan budaya Islam.

Atau Igreja de São Roque, gereja dari abad ke-15 dengan bangunan baroque yang terletak di Lisbon. Di sini Museu de Arte Sacra (Religious Art Museum) memiliki khazanah yang kaya, termasuk warisan Islam. Atau, lihatlah Sé Patriarcal (Patriarchal Cathedral) yang dibangun di atas reruntuhan Mesjid peninggalan abad ke-12.

Yang paling mengesankan tentu di kota kecil Sintra, 50 km dari Lisbon. Di sana ada Moorish Castle dahsyat peninggalan abad ke-9 di atas bukit, yang dipagari benteng menakutkan. Dari sini gerakan musuh di pantai Atlantik dapat dipantau. Di kaki bukit, terdapatNational Palace of Sintra yang dulu pernah menjadi kediaman resmi gubernur (Wali) pada zaman Islam di abad ke-9. Di sini masih banyak ruangan yang menyimpan guratan seni gambar dan ukir peninggalan Islam.

Tidak jauh dari tempat ini terdapat Palace of Pena. Meskipun bukan dibangun di zaman Islam, tak luput, interiornya penuh dengan seni ukir dan tile peninggalan Islam.

Mesjid Raya Lisbon

Jika kita berkunjung ke kota bersejarah Lisbon, maka kurang lengkap jika tidak berkunjung ke Mesjid Raya. Mesjid itu bisa menampung ribuan jamaah sekaligus. Orang Portugal menyebutnya sebagai Mesquita Central de Lisboa.

Berbeda dengan kota-kota Eropa lainnya, di sini jamaah yang paling aktif adalah dari Mauritania, Guinea-Bissau dan Mozambique, dan imamnya berasal dari Angola,. Dapat dipahami, negeri-negeri ini dulu bekas jajahan Portugal dan banyak di antara jamaah yang berimigrasi ke Portugal, termasuk umat Islamnya.

Masjid ini didirikan pada 1985, rancangan dibuat arsitek António Maria Braga and Joao Paulo Conceicao, dan mesjid ini dilengkapi dengan kubah dan menara, ruangan resepsi, ruangan shalat dan auditorium.

Maka, pada hari-hari lebaran Idul Fitri, maupun Idul Adha mesjid ini dipenuhi umat Islam dari berbagai penjuru. Shalat terpaksa dilakukan dalam 2 kali (shift).

Semoga Islam semakin menyebar luas ke seluruh penjuru bumi. Menyebar rahmat yang menimbulkan banyak kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan untuk semuanya. Aamiiin. (lin/ berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button

Semangat Islam di Timor Leste

JULI 2013

Timor Leste, sebuah negara di ujung timur Indonesia memiliki kisahnya sendiri dalam mempertahankan Islam. Di negara yang hanya seluas 15,410 Km2 ini Islam tumbuh menjadi negara minoritas. Dari hampir satu juta penduduknya, hanya 3% yang beragama Islam. Kendati demikian, di negara ini muslim terus mempertahankan identitasnya terhindar dari diskriminasi dan perselisihan.

Tak ada literatur ataupun sumber hidup yang pasti yang menyebutkan kapan Islam masuk ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia ini. Akan tetapi, setidaknya ada enam pendapat ahli yang menyatakan masuknya Islam ke Indonesia.

Masuknya Islam ke Timor Leste

Pertama, dikatakan bahwa Islam masuk memasuki Timor Leste bersamaan dengan masuknya Islam di Indonesia. Pendapat ini didukung oleh alur masuknya Islam dari kerajaan Samudra Pasai hingga ke timur Indonesia dan kemudian ke Timor Leste.

Kedua, penduduk asli Timor Leste mengatakan bahwa Islam masuk lebih awal di bandingkan dengan bangsa Eropa dan agama lain. Maksudnya adalah Islam masuk sebagai agama pertama di Timor Leste dan dibawa oleh pendatang yang kedatangannya jauh lebih awal daripada kedatangan bangsa Eropa ataupun penjajah Portugis.

Ketiga, pendapat lain mengatakan Islam masuk ke Timor Leste yang bertepatan dengan masuknya Islam di Indonesia yang dibawa para pedagang Hadramaut. Namun, para pedagang dari Hadramaut saat itu belum menetap, mereka mulai menetap di Dili sejak awal abad ke-17 M. Sejumlah sumber memercayai bahwa pedagang dari Hadramaut yang pertama kali menetap di Dili bernama Habib Umar Muhdhar.

Keempat, sebagian orang mengatakan bahwa Islam masuk di Timor Leste bersamaan dengan datangnya para pedagang Eropa, seperti Portugal, Spanyol, dan Belanda. Ketika melakukan pelayaran ke Indonesia dan Asia Pasifik, para pedagang Arab senantiasa berhubungan dengan pedagang-pedagang Eropa. Mereka berlayar ke Timor Leste melaui Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku.

Keenam, keturunan Arab di Timor Leste pernah mengatakan dari leluhur mereka bahwa para pedagang Arab itu datang di tanah Timor Dili sejak awal abad permulaan Islam Jazirah Arab. Pada dasarnya umat Islam di daerah Dili adalah bagian dari beberapa tokoh sejarah yang berkembang persebaran Islam di daerah tersebut. Menurut informasi-informasi masyarakat setempat dan juga kalangan keturunan Arab Hadramaut, sebelum bangsa Portugis, Belanda, Jepang, Australia, dan Cina.

H. Abdullah Basyarewan, Ketua MUI Timor Leste menegaskan bahwa saat kapal pertama Portugis tiba di Timor Leste pada tahun 1512, mereka disambut masyarakat Dili yang ketika itu di pimpin oleh Abdullah Afif, seorang saudagar keturunan Arab. Namun, sampai saat ini masyarakat Dili, Timor Leste tidak mengetahui kapan para pedagang Arab datang ke Dili. Dan yang pasti adalah para pedagang Arab datang lebih dahulu di bandingkan dengan bangsa Eropa.

Semangat Meski Minoritas

Kemerdekaan Timor Leste amat berdampak pada berkurangnya jumlah umat Islam Timor Leste, hal ini tidak menyurutkan semangat umat Islam Timor untuk tetap memiliki kekuatan dalam mengakomodasi kebutuhannya di Timor Leste. Semangat keislaman di tubuh Muslim Timor Leste tetap tumbuh dan konsisten dalam rangka meraih hak-hak warga negara. Di tengah kehidupan negara yang baru, Muslim Timor Leste telah mempersiapkan diri dengan membentuk lembaga Islam Timor Leste yang bernama CENCISTIL.

CENCISTIL adalah Centro da Comunidade Islamica de Timor Leste atau Pusat Komunikasi Islam Timor Leste. CENCISTIL didirikan pada 10 Desember 2000, sebelum masa UNTAET di Dili. Keberadaan CENCISTIL sampai saat ini sebagai mitra pemerintah dalam pengurusan mengenai kepentingan umat Islam di Timor Leste. Di samping itu, CENCISTIL berkomitmen menjadi jembatan untuk membangun kerjasama antarmuslim di negara lain.

Keberadaan CENCISTIL lahir sebagai Mitra pemerintah dalam pengurusan mengenai kepentingan Umat Islam, sejak didirikan CENCISTIL mendapat subsidi dari pemerintah, namun sejak tahun 2009 subsidi tersebut tidak lagi cair. Dalam urusan keamanan badan aparatur Negara seperti polisi dan intel bekerja sama dengan CENCISTIL dalam mencegah gangguan yang datang dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dalam hal tempat ibadah misalnya pemerintah menolong CENCISTIL dengan mengawasi pro-kontra pembangunan gedung TPA di Maliana.

Pemerintah Terhadap Muslim Timor Leste

Presiden dan Wakil Perdana Menteri Republik Demokrasi Timor Leste sangat memerhatikan keberadaan umat Islam di negaranya, terutama dalam hal urusan sosial. Melalui pemerintah, pasal 12 dan 45 dalam Konstitusi Republik Demokrasi Timor Leste menjeamin kebebasan beragama di Timor Leste. Selain itu, pemerintah juga menghormati Muslim dengan menjadikan hari-hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur nasional. Sedangkan untuk hari besar Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, dan 1 Muharram masih diperjuangkan, termasuk waktu istirahat pekerja Muslim pada hari Jumat untuk melaksanakan shalat Jumat.

Perkembangan Muslimnya

Perkembangan umat islam di Timor Timur saat bergabungnya dengan Indonesia dapat dilihat dari pembangunan istitusi Islam, madrasah serta Masjid yang ada. Salah satu Masjid yang dibangun dan menjadi Icon dari Islam Timor Timur adalah Masjid An-Nur yang sempat hancur disaat terjadi serangan jepang pada Perang Dunia II dan dibangun kembali setelahnya.

Sejak tahun 1977 sampai 1979, Madrasah Diniyah An-Nur mulai menunjukkan perkembangan karena hanya Madrasah An-Nurlah satu-satunya Madrasah tempat menggodok generasi muda di Timor Leste, dengan demikian fasilitas dari umat Islam Dili selalu mengalir, anak didik sering mendapat bantuan alat-alat tulis dari beberapa pihak.

Kemajuan yang dialami Madrasah ini dari tahun ke tahun semakin bertambah, sejak awal integrasi dengan Indonesia berdampak dan mempunyai pengaruh serta memberikan inspirasi, hingga banyak Madrasah-Madrasah yang berdiri di Timor Leste. Seperti Madrasah diniyah Asy-Syafiiyah dan Madrasah Diniyah Hasanuddin. Dan pada tahun-tahun berikutnya berhasil membuka Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah dengan tenaga pengajar baru di departemen pendidikan dan kebudayaan Dili.

Keadaan jumlah penduduk muslim mengalami perkembangan yang signifikan dimana jumlah penduduk muslim di timor Leste mencapai 31579 jiwa, terdapat 13 masjid, 30 mushola, 5 madrasah, 7 lembaga Islam, dan 21 Ustadz. Dari data tersebut terlihat pengaruh yang signifikan antara masa sebelum kemerdekaan dan masa sesudah kemerdekaan. Umat islam amat maju di masa bergabung dengan Republik Indonesia dimana merupakan dampak dari transmigrasi yang di lakukan penduduk Indonesia ke wilayah Timor Timur.

Perkembangan mualaf di Timor Leste pada 2011 kemudian tercatat bertambah 500 orang. Jumlah ini terhitung sedikit mengingat sedikitnya tenaga dakwah, ‘alim ulama, dan ustaz yang memberikan pembinaan kepada para mualaf. Kendati demikian, lembaga-lembaga keislaman dan ahli agama di Timor Leste terus menyebarkan Islam melalui kegiatan-kegiatan di bawah CENCISTIL yang berbentuk kesosialan. Di samping itu, sekolah-sekolah dan sarana belajar lainnya yang berbasis Islam terus didirikan dan dikembangkan demi bertahan dan berkembangnya Islam di negeri ini. (nir/ berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button

Menengok Islam di Negeri Sakura

JUNI 2013

Lebih dari 65 tahun lalu, namanya dikenal sebagai pihak yang kalah dalam Perang Dunia II. Buminya hancur lebur, rata oleh bom atom Amerika. Tapi sekarang, namanya  dikela sebagai negara yang tidak bisa diremehkan dunia. Pendidikan hingga industri yang dibangunnya, saat ini menjadi kiblat bagi negara-negara yang ingin maju. Kendati ukuran negaranya kecil dan sering terkena bencana, negara bisa  menjadi cermin kesuksesan sekaligus semangat, terutama untuk umat muslim yang hendak berjuang di tengah kebebasan berpendapat dan beragama.

Adalah Jepang, Negeri Matahari kini menjadi sorotan dunia atas segala kejayaannya. Di balik semua kemegahan ilmu pengetahuannya, ternyata Jepang juga menyimpan sejarah Islam yang tak kalah indah. Di dalamnya Islam berkembang naik-turun bersama dengan diakuinya Islam sebagai agama sekaligus ilmu yang patut dipelajari.

Masuknya Islam

Tidak ada literatur yang menyatakan secara persis  kapan Islam mulai ada di negeri ini. Tetapi, melalui  berbagai pidato duta besar Jepang untuk Indonesia, kita dapat mendengar bahwa rakyat Jepang memercayai  Peristiwa Kapal Ertogul (tahun belum diketahui) merupakan akar dari munculnya Islam ke negara kepulauan tersebut.

Peristiwa Kapal Ertogul merupakan peristiwa karamnya kapal Turki di perairan Jepang. Kapal itu ditepikan ke daratan Jepang dan seorang pengasa Turki yang ada dalam kapal tersebut menetap  di Jepan selama beberapa bulan. Waktu yang digunakan menetap itulah yang digunakan pengasa Turki untuk mengenalkan Islam kepada penduduk Jepang. Hingga satu per satu penduduk Jepang memeluk Islam dan tercatatlah nama Torajajiro Yamada sebagai orang Jepang pertama yang memeluk Islam. Yamada disusul Mitsutaro Takaoka dan Buripachiro Ariga sebagai tiga generasi pertama yang memeluk Islam.

Literatur lain menyatakan bahwa Islam masuk ke Jepang pada 1865. Pernyataan ini berdasarkan tahun  di mana banyak buku-buku dan literatur ilmiah keislaman yang masuk ke Jepang melalui Eropa dan Cina lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Sebagian lainnya percaya bahwa Islam masuk  ke Jepang sebelum abad ke-19. Karena pada 1935 sudah berdiri Masjid Kobe yang menjadi masjid tertua di Jepang.

Berpikir Logis dengan Islam

Perkembangan  Islam di Jepang tidak berjalan dengan mulus. Ada banyak rintangan dalam menghidupkan Islam di negara yang menghargai kebebasan beragama ini. Latar belakang penduduk Jepang yang disiplin dan taat, menjadikan Jepang sebagai lading dakwah yang cukup berat. Ditambah lagi Jepang dikenal sebagai negara dengan agama nenek moyang, yaitu Shintosisme. Oleh karena itu, butuh perjuangan berkali-kali lipat untuk mengembangkan Islam di negara ini.

Kendati banyak kendala dari latar belakang penduduk Jepang, setidaknya penyebar Islam di Jepang berani memanfaatkan sikap orang-orang Jepang yang sangat disiplin. Kedisiplinan ini ditujukkan umat muslim saat itu dengan ketepatan waktu beribadah dan kesungguhan dalam bertahan hidup di negara orang.

Menurut Tayeb el-Mokhtar Muto, seorang ulama berdarah Jepang justru nilai-nilai Islam sangat mudah masuk ke dalam pemikiran masyarakat Jepang. Hal ini dikarenakan ajaran Islam yang logis dan bisa dijelaskan dengan detail dari al-Qur’an dan hadits menjadikan sikap toleran dan cara berpikir logis orang Jepang bertemu sisi dengan Islam.

Masa Keemasan

Islam mencapai masa keemasannya ketika Hiroshima dan Nagasaki diluluhlatahkan Amerika. Pada saat itu, banyak tentara Jepang yang bertugas di negara Islam dan memeluk Islam. Sehingga, sekembalinya mereka dari tanah peperangan, mereka mendirikan organisasi agaman dan turut menyebarkan Islam di negaranya.

Masa Kesuraman

Perkembangan Islam mengalami kesuraman ketika peristiwa 11 September. Peristiwa ini memicu penduduk Jepang berpikir berkali-kali untuk menerima Islam, apalagi karena setidaknya 24 warga negara Jepang tewas pada peristiwa tersebut.

Sejak saat itu, semua hal yang berbau keagamaan, tidak hanya Islam, mulai menjadi sorotan keamanan. Akan tetapi, penduduk Jepang tidak sampai mengecam Muslim di sana dikarenakan penduduk Jepang sangat menghargai perbedaan pilihan.

Keragaman Kondisi

Tidak ada angka akurat yang dapat menyebutkan jumlah Muslim di Jepang. Hal ini dikarenakan agama bukanlah sesuatu yang harus ditunjukkan di Jepang. Sehingga, akan sulit menjalankan survey dengan tanya-jawab mengingat identitas privasi seperti agama, bagi penduduk Jepang tidak perlu diumbar.

Berangkat dari kepribadian rata-rata penduduk Jepang seperti yang disebutkan di atas, maka akan sulit juga menemukan daerah yang dikenal sebagai “Kampung Muslim”. Maka, kita tidak akan menemukan jawaban apapun jika bertanya di mana daerah Jepang dengan penduduk Muslim terbanyak atau tersedikit. Umat Muslim di Jepang tersebur di berbagai daerah dengan hampir 50% dari umat Muslim di Jepang adalah warga negara Indonesia, Malaysia, dan India.

Karena kondisi Muslim Jepang yang tersebar, maka pusat keagamaan Islam dilaksanakan di masjid-masjid besar di kota, seperti di Tokyo, Kobe, Osaka, Yokohama, Hiroshima, dan Hokkaido. Sedangkan sebagai pusat pengajian agama dan aktivitas untuk mempererat ukhuwah Muslim di Jepang, berdirilah organisasi Islam pertama di Jepang dengan nama Japan Muslim Assocoation pada 1953 yang dipimpin langsung oleh tokoh Islam asli Jepang yang bernama Sodiq Imaizumi dengan jumlah anggota pertama sebanyak 65 orang.

Demikianlah Islam berkembang di Negeri Sakura ini dengan kondisi jatuh dan bangun yang memanfaatkan karakter orang Jepang yang senantiasa berpikir logis dan terbuka. Berkat karakter inilah di Jepang sudah banyak universitas yang membuka Fakultas Ilmu Islam yang berisi berbagai jenis keilmuan dalam Islam beserta pengajian-pengajian agama. (nir/berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button

Islam di Macau

MEI 2013

Islam datang sebagai cerminan hati untuk berperilaku baik, yang sesuai dengan ajaran agama. Namun, apa jadinya bila Islam tumbuh di suatu tempat dijadikan sarang maksiat? Serta bagaimana masyarakat muslim menjalankan aktivitas keagamaannya di negeri maksiat tersebut?

Sebuah tempat yang terkenal dengan pusatnya kemaksiatan. Macau, adalah surganya bagi para penjudi serta mencinta keduniawian. Tempat yang menjadi tujuan utama bagi orang-orang beruang untuk mencari kepuasan lahiriah. Kota bekas terakhir koloni Portugis ini memang terkenal dengan perjudian resmi dan dunia hiburan. Tempat ini disulap menjadi surganya para pencari kesenangan.

Geografis Negara Macau

Macau, merupakan wilayah kedaulatan Cina setelah terlepas dari Inggris dan Portugis. Namun tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri berstatus Special Authority Region dalam kerangka negara kesatuan Republik Rakyat Cina.

Kemajuan perekonomian yang ada di kota ini serta ditambah pula dengan pembangunan yang luar biasa menjadikan Macau begitu memukau. Jaringan jalan raya lintas laut dengan jembatan-jembatan panjang nan megah menjadikan kota ini terlihat sungguh anggun menawan. Bahkan, bandara di Macau pun dibangun di atas sebuah pulau buatan.

Masuknya Islam di Macau

Islam hadir di Macau jauh sebelum berkuasanya Dinasti Ming. Namun demikian, kapan ataupun tepatnya Islam diperkenalkan di negeri judi tersebut masih belum ada kesepakatan antara para sejarawan. Banyak yang mengatakan jika Islam mulai masuk ke Macau dibawa oleh saudagar Arab dan Parsi.

Semasa perang dunia ke dua, banyak dari sebagian besar muslim dari etnis Hui dari Zhaoqing, provinsi Guangdong yang hijrah ke Macau untuk menghindari kehancuran akibat perang yang terjadi di daratan Cina pada waktu itu.

Para pendatang tersebut kemudian berbaur dengan masyarakat setempat dan mulai memperkenalkan Islam pada penduduk asli Macau. Dari sanalah Islam mulai lahir dan membaur dengan masyarakat Macau yang pada saat itu banyak yang belum mengenal Islam. Hingga saat ini ada sekitar 400 muslim di Macau, mereka tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kemaksiatan yang berkembang di sana.

Tenggang Rasa dan Aktivitas Muslim

Masyarakat Islam yang ada di Macau dapat tetap menjalankan aktivitas keagamaannya tanpa adanya gangguan dari kemaksiatan yang terus tumbuh subur di sana. Para muslim di Macau hanya memiliki satu buah masjid yang diperuntukkan bagi 400 jemaahnya. Masjid yang terkenal dengan nama Macau Mosque ini beralamat di Ramal Dos Moros, Macau S.A.R. (Cina). Untuk menuju ke masjid ini, bisa melaui rute Macau Grand Prix Track. Di sebelah kanan jalan dari Hoi-Fu Garden kearah CEM.

Masjid ini sekaligus menjadi tempat berkantornya Islamic Asoociation serta Muslim Community Centre. Lokasi masjid ini berada di tempat yang cukup nyaman di bagian kota Macau yang paling bersejarah, menghadap ke bendungan Macau, pelabuhan feri dari dan ke Hongkong serta landasan helikopter.

Masjid satu-satunya di kota Macau ini menjadi sentra keagamaan di sana. Namun, masjid ini jarang didatangi oleh para muslim di sana. Hal ini dikarenakan aktivitas masyarakat muslim yang kebanyakan sibuk saat jam kerja. Hal inilah yang menjadikan masjid Macau ini sering terlihat sepi.

Berbeda saat weekend, para muslim di sana lebih suka menghabiskan waktu di masjid saat akhir pekan. Jika salat Jum’at pun sering kali masjid ini kewalahan menampung jemaah muslim di sana. Masjid ini memang tidak begitu besar, bagunan masjid ini pun cukup kecil dan berbanding kontras bila  dibandingkan dengan tempat hiburan yang bertengger di sana, serba mewah dan megah.

Namun demikian, masjid ini tetap menjadi sentral acara keagamaan, terutama saat datangnya bulan puasa, banyak jemaah yang menghabiskan waktu di dalam masjid untuk beribadah. Tak hanya itu, para muslim di Macau juga tergabung dalam satu organisasi bernama “The Macau Islamic Sociaty.”

Tahun 2007 lalu, masjid tunggal di Macau ini direnovasi untuk diperbesar dan diperindah menjadi sebuah masjid modern yang berdiri kokoh di tengah kota Macau. Dengan direnovasinya masjid ini, semakin menambah indahnya beribadah di dalam masjid tunggal negeri Macau ini.

Untuk mencari kaum Muslim di Macau, tidaklah begitu sulit, kebanyakan  muslim di Macau ini menggunakan nama-nama Islami seperti Fatimah, Umar, Aisyah dan lain-lain. Ada juga muslim di sana menggunakan hijab untuk menutup aurat mereka.

Selain memiliki sebuah masjid, di Macau juga memiliki pemakaman khusus muslim. Pemakaman ini dibuat khusus bagi para muslim di sana. Pemakaman khusus warga muslim ini dirawat dan dijaga dengan baik oleh kaum muslim di sana.

Kehidupan masyarakat Macau memang bebas, namun mereka hidup berdampingan dan menjalin toleransi antar umat beragama. Toleransi ini berjalan cukup baik, Islam bersama agama-agama minoritas lainnya seperti Falun Gong yang terkadang melaksanakan ritual rutin mereka di taman-taman umum. Antar pemeluk agama di sana juga saling menghormati satu dengan yang lainnya, dan tak heran jika dalam sebuah upacara publik, pelaksanaan do’anya dilakukan oleh wakil kelompok-kelompok beragama yang ada di sana.

Islam Pembawa Kebaikan

Nah, kalau membahas soal makanan, jika anda yang ingin berkunjung ke Macau tak perlu khawatir dengan makanan di sana. Kebanyakan restaurant dan rumah-rumah makan di sana sudah berlogo halal. Jadi tak perlu risau ataupun cemas memikirkan makanan di sana apakah halal atau tidak. Mereka menghormati kaum muslim di sana. Dengan banyaknya restaurant halal di sana, tak perlu khawatir lagi dalam memilih makanan di negeri judi itu.

Islam tetap dapat tumbuh berkembang di tengah kemaksiatan yang merajalela di kota judi, Macau. Hadirnya Islam dan sebuah masjid kecil di kota ini seakan menjadi titik kilau kebaikan yang masih bertahan di tengah kemewahan dunia hiburan yang terus berkembang. Islam, sejatinya agama kebenaran yang datang demi menyelamatkan manusia dari kesesatan dan menyuruh manusia untuk menyembah Tuhan yang telah menciptakannya.

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” QS-Al Baqarah: 21.

Sungguh benar dan nyata, Islam dengan Al-Qur’an-nya turun sebagai penuntun jalan bagi orang-orang yang berada di jalan gelap dan sesat menuju jalan terang dan benar. Seperti musafir yang tersesat, kemudian menemukan jalan pulang yang hakiki, yaitu Illahi.   (Mar/berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button

Islam di Lima Negara Terunik di Dunia

APRIL 2013

Islam merupakan agama dengan pengikut terbanyak di dunia ini. Kendati tidak ada data yang cukup akurat terkait persentase penduduk muslim dunia, pertumbuhan penduduk muslim di berbagai negara di dunia ini cukup mewakili bahwa Islam sudah “menjamur” di negara-negara sekuler sekalipun.

Misalnya saja Indonesia yang memang menjadi negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, hingga tahun 2012 tercatat 85% penduduk seluruh Indonesia beragama Islam. Di Belgia misalnya, seperempat dari penduduknya kini telah memeluk Islam dan separuh dari angka kelahiran di negara ini merupakan keturuan Muslim.

Tak hanya itu, di negara eksotis yang dikenal sebagai negara sekuler seperti Perancis, Islam tumbuh dan berkembang dengan pesat. Pertumbuhan Muslim di negara ini bermula pada 1990 yang mana 90% dari imigrannya adalah Muslim. Hingga saat ini Islam di negeri Eifel ini telah melewati angka 25% dari jumlah seluruh penduduknya. Ditambah lagi negeri adidaya saat ini, Amerika, yang tigapuluh tahun terakhir ini Islam berkembang 90 kali lipat.

Melihat melesatnya pertumbuhan Islam di dunia, ada hal-hal unik yang menjadi ciri khas tiap negara dengan penduduk Muslim di dalamnya. Setidaknya Muzakki membagi 5 negara dalam kategori Islam di 5 negara terunik di dunia. Lima negara tersebut adalah (1) Indonesia sebagai negara dengan Muslim terbanyak di dunia, (2) Iran sebagai negara terkuat dan termaju di dunia, (3) Qatar sebagai negara Islam terkaya di dunia, (4) Yaman sebagai negara yang menjadi tempat lahirnya para ilmuan Islam, dan (5) Turki sebagai negara dengan pemimpin Islam terbaik di dunia.

Indonesia

Islam masuk ke negara kepulauan ini pada abad ke-7 Masehi melalui saudagar-saudagar pedagang dari Jazirah Arab. Konon pedagang-pedagang Islam ini menikahi pribumi sambil menyebarkan Islam. Tidak hanya melalui perkawinan, Islam tersebar di negeri ini melalui pergaulan para saudagar Muslim.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa saudagar Muslim juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kesehariannya, terutama dalam hal jual beli. Keuletan, sikap yang ramah, dan selalu menjelaskan apa yang baik dan buruk pada penduduk pribumi melalui kisah-kisah Timur Tengah membuat pribumi menyenangi para saudagar Muslim ini. Karena kedekatan hati inilah, pribumi akhirnya berangsur-angsur masuk Islam.

Perkembangan Islam berlanjut dengan semakin banyaknya pedagang dan ulama yang singgah di Indonesia. Masih menggunakan pendekatan dari hati ke hati atau dengan penerapan pola hidup keislaman, ulama Islam terus berdakwah hingga Indonesia dikuasai kerajaan-kerajaan Islam.

Sejak abad ke-7 hingga memasuki abad ke-21 ini, Islam tetap menjadi agama yang terus berkembang dan menjadi agama mayoritas di Indonesia dan Indonesia menjadi negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Tak berhenti sampai di situ, sejumlah organisasi dan badan pemerintahan Islam juga turut menyokong perkembangan Islam di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan adanya MUI sebagai tempat para pemuka Islam di Indonesia berkumpul dan menetapkan hukum-hukum di Indonesia yang belum diatur dalam al-Qur’an, misalnya saja hukum halal-haram terhadap suatu benda ataupun makanan.

Iran

Negara yang terletak di Timur Tengah bagian Asia Barat Daya ini dulu dikenal dengan nama Persia. Di negara inilah muncul para ilmuan dan tokoh-tokoh perubahan dalam Islam, termasuk dalam hal pemerintahan maupun pengetahuan. Negara yang sudah ada sejak 3200 SM ini mulanya berbentu kekaisaran. Memasuki abad ke-7, Islam mulai menguasai Iran dan menjadikan Iran yang dulu Persia sebagai negara Islam yang termasyhur di masanya.

Pada 1979-1988, Iran mengalami masa-masa pemerintahan yang cukup berat berupa perang antara Iran-Irak serta terjadinya revolusi Islam Iran. Seiring dengan revolusi Islam Iran, berubahlah sejarah negara ini yang semula bersistem pemerintahan monarki menjadi Republik Islam Iran.

Saat ini Iran di bawah pemerintahan Mahmud Ahmadinejad, Iran dikenal sebagai negara Islam yang maju dan disegani di mata dunia. Yang paling menonjol dari negara Islam ini adalah kekuatan militernya. Selain ditakuti karena sebagai salah satu negara pemilik tenaga nuklir, tentara militer Iran dikenal sebagai tentara yang kuat dan mampu menjadi tameng bagi negaranya. Hal ini terbukti dari kestabilan politik dan pemerintahannya di tengah kecaman Amerika terhadapnya.

Sebagai pemimpin pemerintahan, Ahmadinejad selalu berseru di hadapan rakyatnya, terutama di hadapan para tentara setiap perayaan HUT tentara Iran bahwa Iran akan menjadi negara dengan  sistem pertahanan dan kekuatan militer terkuat dan ditakuti di dunia.

Qatar

Negara berluas 160 km persegi ini berada di wilayah Timur Tengah. Selepas merdeka dari jajahan Inggris pada 3 September 1971 ini, Qatar berdiri menjadi negara bersistem pemerintahan monarki di bawah kekuasaan Amir Syeikh Hamad  ibn Khalifah al-Thani.

Di awal kemerdekaannya, Qatar mencoba membangkitkan perekonomian melalui perikanan dan mutiara. Akan tetapi, karena industri mutiara Qatar saat Jepang mulai menyaingi. Kemudian Qatar menemukan ladang minyak bumi di bawah wilayahnya. Sejak saat itu hingga sekarang Qatar menjadikan minyak bumi dan gas bumi sebagai pemasukan ekonomi yang utama.

Pada 2004, Qatar mendirikan Qatar Science and Technology Park (QSTP), yakni lembaga yang menarik dan melayani berbagai usaha berbasis teknologi dari maupun ke luar Qatar. Melalui QSTP inilah Qatar juga semakin mengembangkan teknologinya di berbagai bidang, mulai dari teknologi perekonomian, teknologi pertahanan, hingga teknologi pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari kemewahan yang terpancar dari kota-kota di Qatar.

Sejak era ini perekonoman Qatar terus meningkat. Pada 2011 tercatat penghasilan per kapita penduduk di Qatar sebanyak $ 88.919. Sejumlah literatur menyebutkan bahwa saat ini Qatar menempati posisi pertama sebagai negara Islam terkaya di dunia. Bahkan sejumlah pakar perekonomian memercayai bahwa kemajuan Qatar melebihi negara-negara di Eropa Barat.

Yaman

Negara yang berbatasan langsung dengan Laut Arab dan Laut Merah ini merupakan negara Islam yang berada di Timur Tengah bagian Barat Daya. Negara persistem pemerintahan Republik ini memiliki penduduk hampir 100% Muslim.

Nama Yaman beberapa saat lalu sempat menjejali media di seluruh dunia karena kerusuhan pemerintahannya. Akan tetapi, terlepas dari hal tersebut negara ini merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di dunia terutama dalam hal ilmu pengetahuan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa ilmuwan-ilmuwan Islam dan awal mula perkembangan ilmu pengetahuan saat Isalam berjaya bermula dari negeri yang memiliki lebih dari 200 pulau ini. Salah satu ilmuwan Islam yang terkemuka dan lahir di tanah Yaman adalah al-Kindi. Ilmuwan bernama asli Yaqub ibn Ishkaq al-Kindi ini menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus. Misalnya saja fisafat, al-Kindi dikenal sebagai filsafat terkemuka setelah Aristoteles, farmakologi, musik, dan kriptografi.

Sisa-sisa semangat keilmuan di Yaman masih bisa kita saksikan  hingga saat ini. Di negara ini berdiri sejumlah universitas terkemuka di dunia. Banyak pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Yaman, mulai dari dalam bentuk universitas maupun pondok pesantren.

Turki

Negara Islam yang satu ini berada di Eurasia dan berbatasan langsung dengan Laut Hitam. Di negara ini kita bisa menikmati langsung persilangan budaya Barat dan Timur yang dipadu-padankan namun tetap dalam koridor syari’at. Turki dikenal sebagai negara yang strategis karena berada di antara negara Eropa dan Asia. Setiap berkunjung ke Turki, kita akan disajikan keindahan salah satu kota peradaban Islam, Istanbul, yang menjadi daya tarik utama Turki di mata dunia.

Negara bersistem pemerintahan Republik Parlemen ini dikepalai Presiden. Akan tetapi seluruh sistem pemerintahan dijalankan di bawah perintah Perdana Menteri. Sejak 14 Maret 2003, Turki dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyid Erdogan. Di bawah pimpinan Erdogan, Turki dikenal sebagai negara yang berani di hadapan negara-negara yang menghina Islam.

Selama memimpin Turki, Erdogan sebagai pemimpin yang tegas dan tidak pandang bulu dalam menghukum siapa saja yang berani melecehkan Islam. Selain itu, Erdogan dikenal sebagai pemimpin yang kharismatik, berani berbicara di depan umum, bahkan melaknat siapa saja yang diketahuinya telah mengusik umat Muslim.

Sikap pemimpin Turki sepertidi atas menimbulkan kontroversial di mata dunia. Akan tetapi tetap saja banyak  kalangan yang mengakui bahwa Erdogan adalah pemimpin Islam terbaik di dunia saat ini. Tidak hanya Erdogan, sikap istrinya, Emine Erdogan, juga sangat dihormati di negara beribu kota Ankara ini. Emine dikenal sebagai wanita yang sangat menghormati ajaran Islam. Hal ini terlihat ketika Emine menolak berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Perancis.

Demikianlah lima negara Islam yang memiliki posisi unik di dunia. Kelima negara ini patut diapresiasikan karena Islam telah terlibat di dalamnya. Sekarang tugas Muslim adalah menjaga posisi ini agar posisi ini bisa menguntungkan negara-negara Islam dan Muslim di dunia. (nir/berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button