Tata Cara Meminang

DESEMBER 2011


Assalamualaikum wr. Wb.  Ustadz, saya akan melangsungkan pernikahan tahun ini. Ketika acara lamaran, ternyata banyak hal yang harus saya lakukan, dan saya tidak mengerti sama sekali. Perlu diketahui bahwa calon istri saya itu bergelar Rr (Raden roro). Mohon dijelaskan ustadz yang terkait dengan meminang. Dan kami ucapkan terima kasih semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlimpah. Amin

(08133223xxxx)

Wa’alaikumsalam wr. wb

sahabatku yang dirahmati Allah. Meminang adalah seorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya. Bisa juga dibilang janji kedua belah pihak untuk menikah. Meminang termasuk usaha pendekatan dalam rangka pernikahan. Syariat menggariskan agar masing-masing pasangan yanga akan menikah, lebih dahulu saling mengenal sebelum dilakukan akad nikah, bahkan saling meilhat. Tapi bukan dengan khalwat (bersepi-sepi berduaan). Sehingga pelaksanaan perkawinannya menjadi benar-benar berdasarkan pandangan dan penilaian yang jelas.

 

 

Sahabatku, hendaknya diperhatikan beberapa hal.  Pada waktu dipinang tidak ada halangan hukum yang melarang dilangsungkannya pernikahan; Belum dipinang orang lain secara sah.

Ada beberapa halangan hukum terjadinya pinangan.

Pertama, haram meminang seorang wanita dalam masa iddah, sebab masih ada ikatan dengan mantan suaminya. Dan suaminya juga masih berhak untuk merujuknya sewaktu-waktu ia suka selama masih dalam masa iddah.

Kedua, haram meminang pinangan saudaranya (orang lain) bila perempuannya telah menerimanya dan walinya telah mengijinkannya (bila ijinnya memang diperlukan). Dan tidak mengapa kalau pinangannya ditolak. Rasulullah bersabda dalam H.R Ahmad dan Muslim,”Orang mukmin satu dengan lainnya bersaudara, tidak boleh ia membeli barang yang sedang dibeli saudaranya, dan meminang pinangan saudaranya sebelum ia tinggalkan.”

Perlu diperhatikan pula, bahwa seorang pria hendaklah meilhat lebih dulu perempuan yang akan dipinangnya, karena hal tersebut merupakan sunnah Rasul seperti yang diriwayatkan Abu Daud. Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda “Jka seseorang dari kamu mau meminang seorang perempuan, kalau bisa lihat lebih dahulu apa yang menjadi daya tarik untuk menerimanya, maka hendaklah dilakukannya.”

Demikian juga sebaliknya. Perempuan juga berhak melihat laki-laki yang meminangnya guna mengetahui hal-hal yang biasa menyebabkan ia tertarik untuk menerimanya. Perempuan punya hak menolak atau menerimanya. Wallahu a’lam.  •

AddThis Social Bookmark Button